Sang Penjaga Tauhid

Sang Penjaga Tauhid Pasca Pidato Kenegaraan Presiden Soeharto Di Depan Sidang DPR Tanggal Agustus , PP Muhammadiyah Menunggu Langkah Lanjut Pemerintah, Apakah Asas Tunggal Hanya Diberlakukan Khusus Untuk Partai Politik, Atau Juga Diberlakukan Untuk Ormas Keagamaan Pimpinan Muhammadiyah Terkesan Berhati Hati Dalam Mengeluarkan Pernyataannya, Terutama Yang Berhubungan Dengan Asas Tunggal Adalah Malik Ahmad, Salah Seorang Pimpinan Muhammadiyah Yang Lantang Menolak Asas Tunggal PancasilaMalik Ahmad Mengambil Langkah Berseberangan Dengan Sikap Kepemimpinan Muhamamdiyah Yang Kolektif Kolegial Ia Tidak Bergerak Sendirian AM Fatwa Dan HM Sanusi Yang Kemudian Dituduh Terlibat Dalam Kasus Tanjung Priok Dan Peledakan Bank BCA Merupakan Orang Orang Yang Senantiasa Aktif Mengikuti Kuliah Kuliah Tauhidnya Dalam Setiap Penga Jiannya Di Menteng Raya Jakarta Pusat, Malik Ahmad Selalu Menekankan Pentingnya Sikap Seorang Muslim Mempertahankan Nilai Nilai Tauhidnya Malik Ahmad Menandaskan, Pancasila Pada Masa Orde Baru Telah Berubah Wujudnya Menjadi Sebuah Agama Baru, Dalam Istilahnya Dinamakan Dinul Malik Pancasila Yang Dulunya Di Pahami Sebagai Konsensus Politik Antara Pihak Nasionalis Islam Dan Nasionalis Sekuler, Pada Masa Orde Baru Berubah Menjadi Sumber Pegangan Hidup, Sumber Moral, Sumber Pemikiran, Dan Sumber Dari Segala Sumber Hukum Indoktrinasi Tunggal Melalui Penataran P, Hakikatnya Merupakan Langkah Pemerintah Menjadikan Pancasila Sebagai Pseudo Agama Agama Semu Malik Ahmad Pun Mengeluarkan Ijtihad , Haram Hukumnya Menerima Asas Tunggal Pancasila Dalam Setiap Rapat Internal, Malik Ahmad Gigih Mempertahankan Asas Islam Sebagai Ciri Khusus Muhammadiyah Menurutnya, Muhammadiyah Harus Mempertahankan Diri Dari Hal Hal Yang Membahayakan Ajarannya Jika Muhammadiyah Menerima Asas Tunggal, Kosekuensinya Harus Membubarkan Diri, Karena Asas Muhammadiyah Hanyalah IslamBerbeda Dengan Malik Ahmad, AR Fakhruddin Lebih Netral Dalam Menanggapi Asas Tunggal Pancasila Meski Cenderung Sepaham Dengan Malik Ahmad, Namun Ia Harus Memosisikan Dirinya Sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah Yang Intens Berkomunikasi Dengan Pemerintah Kata Katanya Yang Bijak Dengan Mengistilahkan Menerima Asas Tunggal Sama Dengan Aturan Memakai Helm, Mampu Meredam Konflik Antara Kelompok Pro Dan Kontra Asas Tunggal Meskipun Kalah Dalam Forum Sidang Pleno Muktamar Tanggal Desember , Usulannya Tentang Penjelasan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa Diartikan Sebagai Keimanan Kepada Allah Swt Diterima Secara Aklamasi Oleh Muktamirin Si Dang Pleno Akhirnya Menyetujui Pancasila Masuk Dalam AD Muhammadiyah, Dan Malik Ahmad Menghormati Putusan Itu Akibat Sikap Penolakannya, Malik Ahmad Seakan Terpinggirkan Dalam Sejarah Muhammadiyah Pandangannya Yang Berseberangan Dengan Sikap Kolektif Kolegial Persyrikatan, Pada Akhirnya Meminggirkan Malik Ahmad Yang Progresif Bahkan Label Pembangkang Seakan Melekat Dalam Pribadinya Yang Teguh Dalam Memegang Prinsip Temarginalnya Pikiran Progresif Malik Ahmad Ini Mengindikasikan Pola Gerakan Dakwah Muhammadiyah Yang Mengutamakan Amar Ma Ruf Nahi Munkar Mulai Memudar Pada Masa Sekarang, Pimpinan Muhammadiyah Cenderung Hanya Fokus Membesarkan Amal Usaha, Tanpa Adanya Usaha Revitalisasi Makna Pembaruan Yang Melekat Di Muhammadiyah

Fikrul Hanif Sufyan, born 1980 in Padang, West Sumatra, Indonesia, is a lecturer in History Department at STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Faculty of Letters Andalas University 2012 2014 STKIP PGRI Sumatera Barat 2012 2013 Previously, fikrul been a journalist in the Rakyat Merdeka daily 2003 2004 , editor at Sari Ilmu Pratama Publisher Bekasi , and Yudhistira Publishers Bogor.Graduated

[Download] ➵ Sang Penjaga Tauhid  Author Fikrul Hanif Sufyan – Webcamtopladies.info
  • Paperback
  • 207 pages
  • Sang Penjaga Tauhid
  • Fikrul Hanif Sufyan
  • Indonesian
  • 05 December 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *