Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis di Serambi Mekah 1923-1949

Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis di Serambi Mekah 1923-1949 Serambi Mekah Merupakan Sebutan Lain Untuk Padang Panjang Yang Pernah Menjadi Saksi Sejarah Munculnya Gerakan Modernisasi Islam Dan Komunisme Gerakan Kedua Lahir Setelah Murid Murid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Kembali Ke Daerahnya Masing Masing Euforia Reformasi Islam Yang Lahir Di Timur Tengah, Seakan Memberi Warna Baru Terhadap Ide Puritanisme Islam Yang Berbeda Genrenya Dengan Gerakan PadriBerawal Dari Surau Jembatan Besi Yang Nantinya Menjelma Menjadi Sumatra Thawalib, Haji Abdul Karim Amrullah Dan Haji Abdullah Ahmad Melakukan Pengajian Dengan Mengusung Semangat Puritanisme Islam Dari Surau Kecil Inilah Lahir Generasi Generasi Emas Yang Nantinya Mengukir Sejarah, Yakni Haji Ahmad Khatib Gelar Datuk Batuah Pimpinan Spritual Komunis Sarekat Rakyat Dan Zainuddin Labay El Yunusi Pendiri Diniyah School Padang PanjangBila Zainuddin Labay Lebin Concern Dengan Dunia Pendidikan Islam, Haji Datuk Batuah Mengalami Proses Dialektika Dalam Pilihan Hidupnya Persentuhan Nya Dengan Beberapa Tokoh Islam Marxis Seperti Natar Zainuddin, Haji Misbach, Semaun, Dan Tan Malaka, Telah Membuka Matanya Bergerak Menentang Kolonialisme Di Sumatra Barat Tidak Berselang Lama Setelah Pulang Dari Jawa, Haji Datuk Batuah Dan Natar Zainuddin Mulai Mentransformasi Ide Ide Mereka Untuk Menyebar Paham Komunisme Atau Ilmu Kuminih Pada Masyarakat Pilihan Pertama Saluran Yang Mudah Dipengaruhi Adalah Melalui Murid Murid Thawalib Padang Panjang Berbekal Titel Haji Dan Datuk Yang Disandangnya, Haji Datuk Batuah Dengan Mudah Menularkan Ide Idenya Tersebut Pada Siswa Thawalib Tidak Cukup Dengan Saluran Pendidikan, Natar Zainuddin Membentuk International Debating Club IDC Dan Memberdayakan Buffet Merah Sebagai Sarana Pendidikan Komunisme Untuk Pemula Alhasil, Sistem Pengkaderan Ini Disambut Dengan Antusias Oleh Murid Murid Dan Sebagian Guru Thawalib Haji Datuk Batuah Dan Natar Zainuddin Berusaha Meyakinkan Pendengarnya, Bahwa Komunisme Adalah Satu Satunya Obat Manjur Untuk Mengobati Ketakutan Masyarakat Terhadap Kekuasaan Hindia Belanda Melalui Dua Instrumen Surat Kabar Djago Djago , Pemandangan Islam, Dan Doenia Achirat Haji Datuk Batuah Dan Natar Zainuddin Memprovokasi Cara Berpikir Masyarakat Untuk Berani Melawan Dan Menaklukan Ketakutan Mereka Beberapa Isu Yang Sengaja Diusung Dalam Surat Kabar Propagandis Komunis Ini Antara Lain Sentimen Agama, Kapitalisme Yang Menyengsarakan, Belasting Yang Memiskinkan Masyarakat, Dan Engku Penghulu Penjilat Belanda Meskipun Gerakan Yang Diusung Propagandis Komunis Ini Tidak Seradikal PKI Dan Sarekat Rakyat Di Jawa, Namun Serangan Serangan Yang Mereka Lakukan, Terbukti Merisaukan Asisten Residen Padang Panjang Dan Perangkat Di Bawahnya Agitasi Politik Haji Datuk Batuah Cs Juga Merisaukan Petinggi Di Perguruan Thawalib Padang Panjang Tidak Kurang Guru Sang Maestro Komunis Haji Rasul Mencoba Untuk Menyadarkan Murid Kesayangannya Itu, Untuk Meninggalkan Ajaran Komunis Namun Haji Datuk Batuah Tidak Goyah, Ia Bahkan Mengajari Gurunya Bahwa Komunisme Adalah Obat Mujarab Untuk Mengatasi Bangsa Yang Sakit Alih Alih Sadar, Murid Murid Thawalib Yang Sudah Terpengaruh Komunis Pun Mendemo Pendiri Sekolah Modernis Itu, Untuk Turun Dari Singgasananya Merasa Keberadaannya Tidak Dihargai Lagi, Haji Rasul Memilih Hengkang Dari Sekolah Yang Pernah Dirintisnya Itu Pasca Mundurnya Haji Rasul, Haji Datuk Batuah Makin Giat Mempropagandakan Ide Ide Kuminihnya Namun Berselang Beberapa Hari Setelah Berdirinya Sarekat Rakyat, Elite Tradisional Yang Sakit Hati Dan Asisten Residen Berkolaborasi Menjebak Haji Datuk Batuah Dengan Beberapa Isu, Seperti Gerakan Menghapus Belasting Dan Upaya Percobaan Pembunuhan Terhadap Pejabat Hindia Belanda Beberapa Tulisan Sebelumnya Banyak Merujuk Pada Arsip Arsip Kolonial Belanda Yang Berisi Kesaksian Kepala Nagari Koto Laweh, Datuk Basa Arsip Yang Tersedia Itu, Tidak Merujuk Pada Keterangan Penduduk Koto Laweh Yang Disuruh Bersaksi Palsu Di Depan Petugas Hukum Fakta Yang Terungkap Dalam Penangkapan Kelompok Propagandis Komunis Ini, Bukan Berasal Dari Pembuktian Tuduhan, Melainkan Fitnah Yang Dilancarkan Datuk Basa Terhadap Pribadi Haji Datuk Batuah, Datuk Mangkudum Sati, Datuk Indo Kayo Dan Lain Sebagainya Lewat Keterangan Palsu Datuk Basa Inilah Asisten Residen, Demang, Asisten Demang, Dan Beberapa Orang Serdadu Belanda Menangkap Gembong Gembong Komunis Ini, Dengan Tuduhan Subversif Tidak Pernah Melewati Prosedur Hukum Dua Orang Propagandis Komunis Haji Datuk Batuah Dan Natar Zainuddin Dihukum Buang Ke Kalabahi Untuk Selanjutnya Menjadi Penghuni Boven DigoelSepak Terjang Duo Propagandis Komunis Ini Tidak Terhenti, Ketika Harus Menghadapi Buasnya Pedalaman Digoel Jika Beberapa Orang Tokoh Komunis Memilih Bekerjasama Dengan Belanda, Demi Kebebasan Mereka, Namun Hal Ini Tidak Berlaku Pada Haji Datuk Batuah Dan Natar Zainuddin Namun, Ada Hal Yang Aneh Dalam Laporan Arsip Pemerintah Hindia Belanda, Hanya Memasukkan Nama Elite Yang Berasal Dari Jawa Ketimbang Sumatra Barat Demikian Juga Saat Merilis Nama Nama Interniran Eks Digoelis Yang Dipindahkan Ke Australia, Tidak Ditemukan Nama Haji Datuk Batuah Dan Natar ZainuddinSatu Hal Yang Konkrit, Perjuangan Propagandis Komunis Sumatera Barat Memiliki Kekhasan Dibandingkan Dengan Gerakan Komunisme Di Jawa Kelompok Propagandis Komunis Ini Sadar, Untuk Meraih Simpati Masyarakat Tidak Bisa Mengusung Konsep Marxis Yang Murni, Sebagaimana Yang Berkembang Di Eropa Persoalan Religius Menjadi Pertimbangan Khusus Kelompok Propagandis Ini Menggabungkan Konsep Ajaran Islam Dengan Konsep Marxis Sederhana, Yakni Perlawanan Terhadap Kapitalis Dan Imprealis Enam Puluh Tujuh Tahun Pasca Wafatnya Haji Datuk Batuah, Penduduk Koto Laweh Dan Eks Pelajar Thawalib Padang Panjan Yang Sudah Berusia Lanjut, Masih Mengingat Sepak Terjang Tokoh Tokoh Sarekat Rakyat Sebagai Penganut Islam Revolusioner, Bukan Penganut AteisBerikut Testimoni Dari Sejarawan Karya Saudara Fikrul Hanif Ini Bukan Saja Mengingatkan Kita Akan Sebuah Peristiwa Yang Sempat Menggetar Seluruh Alam Minangkabau , Tetapi Juga Mengatakan Bahwa Sejak Berakhirnya Perang Padri, Padang Panjang Menjadi Sebuah Daerah Yang Senantiasa Gelisah Untuk Mendapatkan Suasana Yang Ideal, Ketika Dorongan Terjadinya Perubahan Harus Pula Diimbangi Dengan Keharusan Kemantapan Tatanan Sosial Kultural Yang Diwarisi TAUFIK ABDULLAH, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia AIPISebagai Sejarahwan Profesional Fikrul Mencari Kenyataan Dan Membuka Isu Karyanya Tidak Menghitamkan Atau Memutihkan Ajaran Komunis Pada Zaman Kolonial Karyanya Bukan Iklan PKI Atau Iklan Anti PKI Yang Diutamakannya Adalah Suatu Proses Ideologis Dan Pentingnya Bukan Saja Untuk Mengerti Salah Satu Partai Politik Yang Gagal, Melainkan Untuk Mengerti Proses Lokalisasi Dan Penyesuaian Ideologi Dengan Keadaan Setempat PAUL TICKELL, New South Wales University, AustraliaBuku Yang Disusun Oleh Fikrul Hanif Sufyan Ini, Secara Proporsional Mengkombinasikan Studi Kepustakaan Dan Studi Lapangan, Dengan Lengkap Memaparkan Asal Usul, Riwayat Hidup, Dan Pemikiran Politik Dan Intelektual Haji Datuk Batuah Melalui Protagonis Haji Datuk Batuah, Buku Ini Lebih Jauh Menjelaskan Konteks Historis Dan Faktor Faktor Lokal, Regional, Dan Internasional Yang Telah Mendorong Kemunculan Gerakan Komunis Di Sumatra Barat Yang Berujung Pada Pemberontakan Silungkang Buku Ini Tidak Hanya Telah Menutup Banyak Rumpang Lebar Yang Ditinggalkan Oleh Para Peneliti Terdahulu, Tapi Juga Menambah Pemahamanan Kita Tentang Domestikasi Ajaran Komunis Di Indonesia Di Zaman KolonialRYADI, Leiden Institute For Area Studies, Leiden University, The NetherlandsMenuju Lentera Merah Menggambarkan Berkembangnya Islam Kiri Di Tanah Minangkabau Pada Tahun An Tidak Terbatas Pada Kedua Tokoh Islam Kiri, Karya Ini Lebih Tajam Mengulas Sepak Terjang Zainuddin Dan Hadji Datuk Batuah Sebagai Tokoh Paling Penting Dalam Perkembangan Ilmu Kuminih Sampai Mereka Dibuang Ke Boven Digul Dan Dieksternir Ke Australia Yang Pasti, Karya Ini Penuh Dengan Foto Yang Sangat Membantu Pembaca Dalam Memahami Tokoh, Tempat, Peristiwa, Dan Jiwa Zamannya Karya Ini Merupakan Hasil Penelitian Sejarawan Muda Yang Gemar Mengeksplor Sumber Sumber Sejarah Dengan Kehadiran Buku Ini, Diskusi Dan Penulisan Sejarah Penjajahan Belanda Pasti Semakin Ramai Dan Tentunya Penggemar Sejarah Indonesia Wajib Membaca Buku Ini WILLIAM BRADLEY HORTON, Waseda University, Tokyo

Fikrul Hanif Sufyan, born 1980 in Padang, West Sumatra, Indonesia, is a lecturer in History Department at STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Faculty of Letters Andalas University 2012 2014 STKIP PGRI Sumatera Barat 2012 2013 Previously, fikrul been a journalist in the Rakyat Merdeka daily 2003 2004 , editor at Sari Ilmu Pratama Publisher Bekasi , and Yudhistira Publishers Bogor.Graduated

❄ [KINDLE] ✽ Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis di Serambi Mekah 1923-1949 By Fikrul Hanif Sufyan ➝ – Webcamtopladies.info
  • Paperback
  • 162 pages
  • Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis di Serambi Mekah 1923-1949
  • Fikrul Hanif Sufyan
  • Indonesian
  • 10 April 2019

15 thoughts on “Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis di Serambi Mekah 1923-1949

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *