Saiban

Saiban Bagi Umat Hindu Di Bali, Tradisi Mebanten Atau Memberikan Sesaji Merupakan Aktivitas Orang Bali Hampir Setiap Harinya Setiap Selesai Memasak, Orang Bali Yang Beragama Hindu Pasti Mempersembahkan Sebagian Hasil Masakannya Kepada Tuhan Persembahan Ini Dikenal Sebagai Banten Saiban Atau JotanBagi Oka Rusmini, Banten Saiban Pada Hakikatnya Bukan Sesaji Dalam Bentuk Materi, Melainkan Sesaji Dalam Arti Rasa Syukur Yang Harus Dimiliki Oleh Setiap Orang Karena Hari Ini Telah Tersedia Sepiring Nasi Untuk Melanjutkan HidupDitulis Pada Kurun , Buku Puisi Saiban Berbicara Banyak Hal Tentang Cinta Tentang Hidup Yang Berdenyut Hidup Yang Menawarkan Banyak HalBuku Puisi Ini Adalah Semacam Upacara Tersendiri Bagi Oka Rusmini Suatu Ungkapan Rasa Syukur Yang Tidak Ada Habisnya Yang Ia Haturkan Kepada Kosmis

Oka Rusmini was born in Jakarta, July 11, 1967 She lives in Denpasar, Bali She writes poetry, novel, and short story Her published works are Monolog Pohon 1997 , Tarian Bumi 2000 , Sagra 2001 , Kenanga 2003 , Patiwangi 2003 , Warna Kita 2007 , Pandora 2008 , Tempurung 2010 , Akar Pule 2012 , Saiban 2014.Her novel Tarian Bumi has been translated into foreign languages Erdentanz Deut

[KINDLE] ❀ Saiban By Oka Rusmini – Webcamtopladies.info
  • Paperback
  • Saiban
  • Oka Rusmini
  • Indonesian
  • 18 January 2018

10 thoughts on “Saiban

  1. says:

    Dibeli di Padang ketika mengunjunginya beberapa waktu lalu Tidak berharap lebih pada buku ini selain nama pengarang yang tertera di sampulnya Dari pengetahuanku yang sempit, aku hanya tahu kalau Oka Rusmini amat dekat dengan lokalitas dalam setiap karyanya.Buku ini adalah kumpulan puisi Tidak seperti buku kumpulan puisi lain, Saiban adalah satu satunya judul yang tertoreh pada bukunya Puisi puisi yang terkumpul di dalamnya hanya dipisahkan dengan nomor urut Ajaibnya, dari satu puisi ke puisi lainnya saling berkaitan dan memberikan alur yang menjadikannya seperti karya fiksi Bedanya, tentu saja yang ini dituliskan dalam bentuk puisi Sungguh indah Epilog yang terdapat di halaman pamungkas memberikan alasan kenapa Oka mengambil kata Saiban sebagai judul Kata yang sulit ditemukan dalam kamus itu diambil dari sebuah persembahan dari masyarakat lokal Bali beragama Hindu, banten saiban Sebuah ritual mempersembahkan sesaji kecil setiap habis masak.Dan benar saja, buku ini amat kental dengan nuansa lokalitas adat Bali dan Hindu Religiusitasnya begitu melekat Secara keseluruhan, aku merasa buku ini menyimbolkan kesengsaraan sekaligus kedalaman rasa syukur Walaupun, memang, butuh riset mendalam untuk menginterpretasikan setiap puisinya Tapi, keindahan diksi dan rasa yang dibentuk Oka membuat buku ini patut dibaca Tak heran buku ini menjadi pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa untuk kategori Puisi tahun 2013 2014.Nggak nyesel deh jauh jauh beli di Padang Dan, kayaknya, cetakan yang ini sudah termasuk langka.

  2. says:

    Buku 27 di tahun 2018.Saya nggak benar benar bisa memahami seluruh isi puisi Oka Rusmini di buku ini, tapi saya harus akui pilihan kata Beliau pada puisi puisinya benar benar oke Menghunjam ke dalam hati pembaca Hehehe.Saya suka puisi nomor 8 dan 9 tentang orang ketiga dalam hubungannya dengan pasangannya Eh tapi setelah dibaca lagi sepertinya bukan tentang orang ketiga tapi tentang efek buruk medsos saya nggak tahu deh mana yang benar Terus puisi nomor 22 tentang polusi, nomor 23 tentang efek buruk pariwisata, nomor 28 dan 29 tentang bayi dan ari arinya, saya juga suka Pilihan kata katanya benar benar unik dan tak terduga.Walaupun saya harus akui juga sih, saya nggak yakin juga apakah yang saya pikirkan tentang arti puisi itu dan maksud Oka Rusmini tentang puisi itu memang sama Semoga sama Hahaha.Gituuu.

  3. says:

    125 2018Membaca buku puisi seperti memahami apa yang ada dalam kepala seseorang, sulit Kadang dibutuhkan waktu untuk mengerti apa yang ingin disampaikan si penulis.Saya harus mengulang ulang baca tiap kalimat yang ada dalam tiap puisi yang disajikan dalam buku ini, sungguh sulit buat saya untuk mengerti, yang ada bikin kening saya berkerut Saya menyerah saja, untuk Saiban ini saya banyak gak ngertinya.Masih kental dengan budaya hindu Balinya, Oka Rusmini membuatnya berjudul Saiban, sesaji yang biasa disiapkan setiap hari oleh orang Bali.

  4. says:

    atas saran temen saya, saya mencoba membaca tiga buku sekaligus dalam satu kurun waktu Putri Retno bergenre dongeng, Lampau bergenre teenlit dan Saiban yang dikategorikan sebagai buku Puisiteman saya beranggapan kalau membaca banyak konflik dalam satu waktu akan melatih kemampuan berpikir saya dan membuat kepekaan dan daya konsentrasi bertambah Dan saya akui, itu benar.Ketika saya membaca Lampau lalu saya berhentikan setengah dan langsung berpindah ke Saiban, saya merasakan sedikit kengerian ketika saya mendapati tidak dapat mengerti hampir 1 3 dari isi buku ini Tapi, begitu saya membacanya ulang, dan tidaklah salah benar Indonesia menobatkan Oka sebagai pemenang KSK Bagi umat Hindu di Bali, tradisi mebanten atau memberikan sesaji merupakan aktivitas orang Bali hampir setiap harinya Setiap selesai memasak, orang Bali yang beagama Hindu pasti mempersembahkan sebagian kecil masakannya kepada Tuhan Persembahan ini dikenal banten saiban atau jotan Baten saiban merupakan sesaji kecil yang dipersembahkan setiap habis memasak oleh masayrakat Hindu Bali tiap hari

  5. says:

    puisi puisi Oka Rusmini dalam Saiban memiliki kata kata yang magis dan memikat bahkan di beberapa puisi kita dihadapkan pada situasi yang menghadirkan tanya dan kemasygulan dan kegetiran dari aku , kau , bahkan tokoh lain yang ditulis sebagai sosok penting dalam pembangunan puisi puisi itu ritual dan tradisi yang direkam dalam beberapa puisi menghadirkan suasana yang berbeda dari puisi puisi penyair Indonesia lainnya agaknya penulisan Oka Rusmini, yang sederhana dan tidak ruwet tapi tetap memunculkan rasa keingintahuan pembaca, turut mempengaruhi bagaimana puisi puisinya begitu menarik saat dibaca dan dimaknai.

  6. says:

    Satu lagi buku puisi pemenang KSK yang begitu tipis Tapi kualitas puis puisinya tak perlu dipertanyakan lagi Saya lebih banyak menemukan puisi cinta yang tidak cengeng,ibarat rahim yang suci tetapi menghadirkan berbagai makna sastrawi.

  7. says:

    baru beli kemarin dan sudah khatam hari ini suka karena beralur dan lokalitasnya dapet lagi lagi Oka Rusmini memang bukan tipe penulis yang ikut arus, ia pembuat arus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *